
Di tengah ketidakpastian ekonomi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan target mendapatkan 1 juta pelanggan baru pada tahun ini. Sesuai dengan strategi untuk memperkuat dana murah dan mempercepat pemanfaatan produk digital.
Pengambilalihan nasabah ritel yang akan kita lakukan adalah dengan memanfaatkan ekosistem perumahan kami. Yaitu, pengembang, notaris, agen pialang serta debitur KPR," kata Direktur Network and Retail Funding Rully Setiawan saat diwawancarai di kawasan Gatot Subroto, Rabu (6/8).
Saat ini jumlah nasabah BTN mencapai 6,5 juta. Oleh karena itu, Rully berharap jumlah nasabah pada akhir tahun bisa mencapai 7,5 juta. "Memasuki bulan Agustus, masih ada semester kedua, sekitar lima bulan ke depan, kami akan mengejar target tambahan 1 juta nasabah," tambahnya.
Bank perumahan khusus tersebut terus meningkatkan keterhubungan nasabah dengan Bale by BTN. Sampai Juli 2025, sebanyak 2,8 juta rekening telah terhubung dengan Bale by BTN. Hal ini mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi.
Hingga akhir Mei 2025, dana pihak ketiga (DPK) untuk segmen ritel BTN mencapai Rp 65,65 triliun, atau sekitar 93,5 persen dari target yang ditetapkan pada semester ini. Masih didominasi oleh tabungan institusi. Sementara itu, pertumbuhan dana ritel individu, khususnya dari tabungan transaksional, masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Rully menjelaskan, komposisi dana murah atau current account saving accountPersentase CASA terhadap DPK saat ini mencapai 51 persen. Terdiri dari tabungan dan giro. Ia berharap dapat mencapai 55 persen pada akhir tahun ini.
Target dana ritel atau nasabah individu sekitar Rp 3 triliun per bulan, belum termasuk dari UMKM. Tren ini terlihat sejak Juli 2025 dan diharapkan pertumbuhannya stabil. Secara keseluruhan, kami menargetkan pertumbuhan DPK sekitar 2 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit," jelas Rully.
Menurutnya, penguatan dana murah dilakukan secara terencana dan berbasis pelaksanaan di lapangan. Dengan mengelola seluruh pengelolaan tabungan, giro, dan deposito di bawah divisi khusus yang menangani pendanaan ritel. Dengan demikian, fokus pada pengumpulan dana murah yang berkelanjutan dapat diperkuat melalui produk-produk transaksional yang efisien dalam hal biaya dana.cost of fund).
BTN juga akan menghadirkan layanan private banking, paylater, hinggaauto loan di 2025. Bisnis private bankingatau segmen teratas dengan rekening minimal sebesar Rp 15 miliar. Potensinya masih sangat besar.
Mengutamakan strategi yang berfokus pada pendekatan berbasis potensi daerah, penguatan infrastruktur digital, serta efisiensi kerjafrontlinerOleh karena itu, dapat mendorong pertumbuhan dana yang lebih baik dan berkelanjutan.
"Langkah ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian angka, tetapi juga membangun struktur pendanaan yang kuat dan efisien dalam menghadapi tantangan likuiditas serta perubahan dinamika industri perbankan hingga akhir tahun," ujarnya.
Bagi Rully, terdapat peluang besar dari nasabah yang cenderung mengutamakan gaya hidup dan pengalaman. "Jadi, saya ingin memberikan segala sesuatu, seperti private banking, paylater, kartu kredit, serta auto-loan, semuanya ada di tahun ini," katanya.
Sedangkan auto loan,dia mengakui bahwa usaha tersebut memang sedang lesu saat inidealer yang menjual ke customer. Hanya saja, kredit kendaraan justru lebih diminati ketika bank menawarkan langsung kecustomer. Tentu saja dengan syarat memenuhi kriteria dan layak dalam membeli kendaraan bermotor.
"Maka, ada kalangan yang sebenarnya tidak terlalu terpengaruh oleh ekonomi. Itulah pasar sasaran mereka," katanya.
No comments:
Post a Comment