Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Hank Sneevliet, Orang Belanda Pertama Yang Mengimpor Ideologi Komunis Di Indonesia

Sportlite.id
16.2.19, 2:55 AM WIB Last Updated 2019-02-17T12:44:06Z
Semaun - Sneevliet

Nama Hank Sneevliet selalu disebut-sebut dalam literatur sejarah sebagai sosok yang pertamakali membawa dan mengenalkan komunisme di Indonesia (Red-Hindia Belanda). Sebagai guru dalam ajaran komunisme tersebut, Sneevliet ternyata memang mempunyai peran paling penting dalam perkembangan sejarah di Indonesia, bagaimana tidak, karna ajaran yang dibawanya inilah kemudian Indonesia pernah mengalami beberapa kali pemberontakan berdarah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Sosialis-Komunis.

Hank Sneevliet yang terlahir dengan nama lengkap Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet memang seorang Belanda Tulen, ia lahir di Rotterdam, tapi saat ia berada di Indonesia pada tahun 1913 – 1918, dia justru menjadi orang paling depan dalam membela rakyat Indonesia. Seperti pernyataan Mas Marco Kartodikromo, seorang jurnalis Bumiputera dalam tulisannya di Sinar Hindia, Ia menyatakan bahwa rakyat jajahan seharusnya malu pada Sneevliet, “Berapa orang bangsa kita yang berani yang berani membela kepada bangsa kita seperti Sneevliet yang dibuang lantaran membela orang kita? Apakah pemimpin pergerakan kita juga berani dibuang?” Tegas Marco, pada 10/12/1918 seperti yang dilansir di majalah Historia.

Sneevliet memang pernah dibuang oleh Belanda pada tahun 1918, dia dituduh menghasut rakyat Hindia Belanda untuk melawan pemerintahan kolonial, namun pembuangan tersebut samasekali tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membela rakyat Hindia Belanda dari kekejaman kolonial (Bangsanya sendiri).

Kedatangan Sneevliet di Indonesia diawali dengan perseteruan dirinya dengan kaum sosialis moderat di Belanda, ini membuatnya kehilangan pekerjaan, Sneevliet dicopot sebagai Ketua Sarekat Buruh Kereta Api Belanda (NVSTP) yang berada dibawah kendali Partai Buruh Sosial Demokrat (SDAP) karna dia bergabung dengan Partai Sosial Demokrat (SDP) yang merupakan partai pecahan dari SDAP. Dia memutuskan berhenti dan meninggalkan SDAP karna partai tersebut menolak untuk mendukung gerakan demonstrasi kaum buruh di Pelabuhan Amsterdam. Sebagai seorang aktivis buruh yang menurut mayoritas pengusaha swasta sebagai provokator, Sneevliet mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Karna latar belakang inilah kemudian yang membuatnya menguatkan tekad dengan memutuskan untuk mengadu nasib di Indonesia.

Pada pertengahan Februari 1913, Sneevliet tiba di Indonesia, saat itu ia langsung bekerja sebagai staff editor di Soerabajaasch Handelsblad (Sebuah perusahaan koran di Jawa Timur) sebagai corong jaringan perusahaan gula. Diperusahaan inilah karir politiknya di Indonesia dimulai.

Singkatnya, Sneevliet bergabung dengan Serikat Buruh Kereta Api dan Tram (VSTP), sebuah organisasi buruh yang mirip dengan organisasi yang pernah dipimpinnya di Belanda. dia juga melihat prospek yang menjanjikan di VSTP ketimbang di organisasi yang lain. Hingga pada awal tahun 1915, Sneevliet bertemu dengan Semaoen (Tokoh pergerakan revolusioner) di VSTP yang merupakan teman sekaligus kerabat Soekarno dan SM Karto Swiryo di Sarekat Islam
-
Sumber : Diolah

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan