Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Mengakui Eksistensi Tuhan, Menjawab Pertanyaan "Tuhan Ada Dimana?"

Sportlite.id
15.2.19, 7:50 PM WIB Last Updated 2019-02-24T07:07:59Z

Tuhan itu ada, dia diakui keadaannya. Tapi dia tidak berada dan tidak diketahui serta tidak diakui keberadaanya.

Sebagaimana doktrin yang tertanam hidup dilogika dan hati kita tentang keberadaan tuhan, yang sebenarnya tuhan tidak bisa dilogikakan sama sekali, sebab apapun yang mungkin bisa dilogikakan adalah hal-hal yang secara pengetahuan dapat dibuktikan melaui seluruh indra. Jika kita bertanya “dimana letak keberadaan tuhan?, maka ada sebagian yang menjawab “ada dimana-mana, ada dalam hati setiap insan yang mengakui keberadaanya, atau ada diatas singgasananya di sorga dll. Semua jawaban dari pertanyaan dasar diatas sama sekali tidak bisa dibuktikan dengan logika dan nalar, sebab tidak pernah ada satu orangpun didunia yang bisa membuktikan keberadaan tuhan secara kasat mata.

Adam dalam sejarah yang diceritakan oleh wahyu bahwa beliau berinteraksi langsung dengan tuhan (Allah) yang artinya hanya Adam lah yang mungkin mengetahui wujud tuhan tersebut. Namun apapun yang diceritakan adam pada anak dan keluarganya tidak sampai pada menceritakan wujud dan bentuk tuhan.

Tuhan ada dimana-mana adalah jawaban yang digambarkan oleh sebagian orang yang meyakini keberadaan tuhan tetapi tidak begitu yakin tuhan ada dimana. Ada dimana-mana sering digambarkan “banyak”, secara logika memang benar, bahwa jika sesuatu itu satu, maka hanya ada disatu tempat, dan jika sesuatu itu banyak, maka bisa dipastikan sesuatu itu ada dimana-mana. Untuk penjelasanya yang sedikitnya logis terkait dengan jawaban “ada dimana-mana” adalah bahwa sifat tuhan yang maha besar sehingga menyebabkan ada dimana-mana, jika diibaratkan bulan, bulan itu besar, bulan bisa dilihat dan disaksikan di beberapa tempat sekaligus secara bersamaan, artinya bisa disimpulkan bahwa bulan ada dimana-mana padahal bulan itu cuma itu, ingat, bukan berarti menyamakan tuhan dengan bulan atau menganggap bulan sebagai tuhan.

Jawaban berikutnya yang tidak bisa dibuktikan secara logika dan hanya bisa diyakini adalah “bahwa tuhan ada dalam setiap hati manusia yang meyakini keberadaannya”. Namun apakah tuhan yang ada dalam hati si A sama dengan tuhan yang ada dalam hati si B? Meskipun ada isitilah bahwa tuhan itu satu, mempunyai nama yang banyak, akan tetapi kita tidak begitu mengetahui pandangan masing-masing manusia terhadap tuhan yang dimaksudnya.

Yang terakhir mungkin jawabanya seperti ini “tuhan ada dalam singgasanaya di sorga” inipun tidak bisa buktikan secara logika. Tidak ada satu manusiapun yang bisa membuktikan keberadaan tuhan disorga, semuanya hanya meyakini apa yang ada dalam wahyunya.

Maka dari beberapa contoh jawaban tersebut, bisa disimpulkan bahwa tuhan diakui keadaanya, tetapi tidak diakui keberadaanya dan tidak diketahui letak keberadaanya. Yang dimaksud dengan diakui keadaanya adalah bahwa semua meyakini akan adanya tuhan meskipun tidak semuanya bisa membuktikan dimana letak keberadaan tuhan. 

Kata “ada” menunjukan “ada” dan kata “berada” menunjukan letak keberadaan atau tempat. Meskipun “hati” merupakan tempat, akan tetapi secara logika bahwa tempat adalah suatu ruang yang didalamnya terdapat waktu dan jarak.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan