Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Revolusi Rusia: Dinamika Pemerintahan Tsar di Rusia

Sportlite.id
19.2.19, 6:03 PM WIB Last Updated 2019-02-20T02:03:18Z
Ryurik Dinasti : alamystockphoto

Dinasti Ryurik
Istilah Tsar pertama kali diperkenalkan oleh “The Terrible” Ivan IV (1533-1584) yang pada era kepemerintahannya berhasil menaklukkan Kazan dan Astrakhan yang dikuasai oleh Khan diwilayah Timur. Dalam memperkuat dan memperluas hegemoninya, Ivan IV tidak saja berkonsentrasi ke wilayah timur, tetapi juga ke wilayah Barat dengan mengambil kembali wilayah-wilayah yang dahulu masuk kedalam pemerintahan Rus Kuno. 

Kuatnya militer Rusia (juga Uni Soviet) memiliki dibentuk pada periode ini. Ivan IV membentuk fondasi militer modern dengan diadakannya pasukan elit regular yang dinamakan Streletsky (Pasukan Panah). Pasukan ini terdiri dari orang-orang pilihan dari para penduduk kota dan petani, dan bertugas secara tetap, baik pada masa perang maupun damai. Berbeda dengan pasukan-pasukan pada masa sebelumnya, pasukan ini memilik senjata dan seragam. Tsarisme terpusat ini membangkitkan ketidaksenangan para Boyar (bangsawan tradisional) terhadap Ivan IV dan untuk menghadapi hal tersebut Ivan IV melancarkan politik “Oprichnina” yang berarti penghancuran kekuatan feodal tradisional yang berusaha menentang kekuasaan Tsar. Penghancuran berbentuk teror ini ditangani oleh pasukan Oprichnini yang ditunjuk langsung oleh Tsar Ivan IV.

Meski memiliki watak dan ambisi yang keras dalam memperluas kekuasaannya, pada kenyataannya Tsar Ivan IV merupakan sosok pemimpin yang mampu melindungi Rusia dari ancaman asing seperti bangsa Tartar. Setelah kematian Ivan IV, Rusia memasuki babak kegelapan yang dimana terjadi perebutan pengaruh diantara kelas bangsawan untuk menentukan siapa yang berhak “menyetir” Rusia. Memang sepeninggalan Ivan IV terdapat Tsar pengganti, putra kandungnya sendiri, yaitu Pangeran Fyodor. Namun karena kelemahan fisiknya pangeran ini hanya mampu memerintah hingga tahun 1598. 

Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan oleh para Boyar (bangsawan tradisional) yang pada masa Ivan IV dijerat kemerdekaannya dan diharuskan tunduk patuh pada Tsar Pusat untuk mengambil alih kekuasaan, dengan dipilihnya Boris Godunov sebagai Tsar baru. Terpilihnya Boris Godunov yang berhasil memerintah sejak 1598-1605 ini memicu berbagai kesulitan ekonomi dan konflik yang terjadi secara terus menerus karena adanya tekanan kuat didalam negeri dan persteruan antar bangsawan dalam memperebutkan kekuasaan. Hal ini memunculkan keyakinan dalam masyarakat akan adanya kutukan Tuhan karena terpilihnya seorang Boris yang sama sekali tidak memiliki keturunan Tsar. 

Carut marut ekonomi dan politik menyebabkan terjadinya bencana kelaparan yang sangat parah. Situasi ini kembali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menguasai Rusia, salah satunya munculnya Dmitry palsu (anak dari Ivan IV yang meninggal). Namun kemunculan Dmitry palsu ini dapat dipadamkan dalam sebuah kerusuhan anti-polandia yang menyebabkan ia terbunuh. Kematian ini akhirnya disusul dengan diumumkannya Pangeran Vasily Shuysky sebagai Tsar berikutnya yang jua berasal dari Boyar. 

Vasily ini memerintah selama 4 tahun dan disingkirkan karena adanya pertempuran Mozhaisk pada Juli 1610. Vasily dikirim secara paksa ke Monasteri untuk menjadi rahib, dan berakhirlah kekuasaan boyar dan Dinasti Ryurik.

Dinasti Romanov
Dipilihnya Mikhail Rumanov oleh Zemsky Sobor, sebuah lembaga dewan, sebagai Tsar baru untuk memimpin Rusia dijadikan sebagai patokan berdirinya dinasti ini yang kelak akan memimpin Rusia selama sekitar 3 abad sebelum akhirnya dijatuhkan oleh Bolshevik yang beraliran sosialis-komunis. Dalam pemerintahannya Rusia mengalami peningkatan perekonomian, industrialisasi, dan politik ekspansi. 

Pada masa dinasti Romanov ini mulai muncul istilah pembagian kerja, dan absolutism terpusat. Semakin banyak penguasa yang berupaya meningkatkan kekuasaannya dengan memperkuat aparat pemerintahan. Kemodern-an Rusia mulai muncul pada saat pemerintahan Peter Agung. Ia melakukan misi perjalanan ke Eropa Barat untuk mencar dukungan dalam perang malawan Turki. Dalam perjalanannya ia ternyata banyak melihat Negara-negara Eropa yang jauh lebih maju daripada negaranya. 

Dalam misinya tersebut ia banyak mempelajari bidang militer bahkan arsitektur kapal. Setelah misi selesai, Peter Agung melakukan reformasi sebagai upaya untuk melanjutkan dan memperkuat kebijakan politik dan ekonomi Tsar. Perekonomian Rusia menggeliat maju dengan banyaknya pembangunan manufaktur yang berorientasi militer. Kebijakan ini banyak dianggap sebagai sebuah lompatan besar yang tidak pernah terjadi pada pemerintahan sebelumnya. 

Meski begitu dibalik kebijakannya terdapat kelemahan yakni tidak adanya planning yang jelas. Upaya Peter hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan militer yang kuat sehingga membutuhkan dana yang besar pula. Rakyat akhirnya dibebani oleh peningkatan pajak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sepeninggal Peter I atau Peter Agung, terjadi perebutan kekuasaan yang akhirnya jatuh kepada istri Peter I, Katerina I yang memerintah hanya selama 2 tahun. Meninggalnya Katerina kembali menimbulkan perebutan kekuasaan dikalangan bangsawan. Banyak intrik yang terjadi, hingga akhirnya Peter II, menjadi pewaris sah kekuasaan Tsar. 

Dalam pemerintahan Peter II hingga Nikolai I, pemerintahan absolut masih dipegang teguh oleh penguasa. Diantara periode dua Tsar tersebut banyak pertumpahan darah dan intrik terselubung ntuk memperebutkan kedudukan Tsar. Selain itu banyak terjadi pula pemberontakan, seperti pemberontakan yang dilakukan oleh bangsawan Kosak yang menuntut pembebasan budak dan pengembalian hak-hak istimewa bangsa Kosak. Lalu Pemberontakan Desembris (1825) yang juga dilakukan oleh bangsawan yang menentang system otokrasi dan perbudakan yang berlangsung di Rusia. 

Mereka menganggap bahwa jika system ini terus dilanjutkan maka akan membawa Rusia ke jurangkeruntuhan di masa depan. Untuk mencapai tujuannya mereka banyak membentuk kelompok masyarakat di tiap wilayah Rusia untuk dipersiapkan sebagai massa besar dalam aksi pemberontakan. Banyaknya gerakan revolusioner ini memicu Nikolai I untuk memperkuat kekuasaan pemerintah dengan memperluas mandat jajaran pemerintaha, termasuk meningkatakan peran kepolisian negara. 

Ia juga mengajak rakyat untuk sama-sama membendung gerakan revolusioner dengan membuat kebijakan “Otokrasi, Ortodoksi, Narodnost” yang mempersatukan rakyat dengan tsar, dengan dalih siapapun yang melakukan gerakan melawan tsar, kritik terhadap gereja (ortodoks) dianggap sebagai gerakan yang menentang kepentingan azasi rakyat.

Abad XIX muncul dua kubu besar yang berbeda dalam memandang eksistensi bangsa Rusia, yakni Slavophil dan Zapadniki. Slavophil menganggap bahwa kekuatan Rusia ada dalam kebudayan masa lampau yang begitu kaya, serta bertumpu pada tiga pilar penting yang dibentuk pada masa Nikolai I: Ortodoksi, Otokrasi, dan Norodost. Mengekor peradaban Barat hanya akan membawa Rusia ke jurang kehancuran. Sebaliknya, Zapadniki sangat bersifat demokratis dan bebas. Mereka beranggapan bahwa betapa pentingnya mengadopsi nilai-nilai Barat demi kemajuan Rusia dimasa depan. 

Abad ini juga menjadi akhir bagi kedudukan Dinasti Romanov di Rusia, dengan Nikolai II sebagai Tsar penutup. Masa pemerintahan Nikolai II merupakan masa yang berat dengan banyaknya masalah domestik dan internasional. Nikolai II resmi mundur dari tahta kekaisaran Rusia pada 2 Maret 1917. Kejatuhannya ini menandakan kemunculan kaum komunis sebagai penguasa baru Rusia.

  • [accordion]
    • Daftar Bacaan: A. fahrurodji. Rusia Baru Menuju Demokrasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Hlm. 52

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan