Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Negeri Para Bandit Berdasi

13.3.19, 9:22 PM WIB Last Updated 2019-12-14T09:28:31Z
"Hidup jika hanya sekedar hidup maka babi dihutanpun hidup ”- (Hamka).
Bandit berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pencuri atau penjahat, bisa pula disamakan arti dengan kata Koruptor karena sama-sama penjahat serta pencuri. Korupsi secara bahasa yaitu penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain untuk kepentingan pribadi.

Korupsi lahir berbarengan dengan adanya manusia, yaitu sejak manusia mengenal antara individu dengan masyarakat, dalam hidup bermasyarkatlah benih-benih munculnya korupsi, kekuasaan dan sumber daya alam yang hanya dimiliki oleh segelintir orang mempengaruhi sebagian yang lain untuk berebut kekuasaan, kebutuhan hidup yang semakin meninggi sedangkan minim untuk memenuhinya.

Di Indonesia korupsi berawal sejak zaman kerajaan. Kemudian pada abad ke-20 VOC bangkrut karena adanya korupsi besar-besaran diinternalnya. Setelah proklamasi kemerdekaan, petinggi Belanda kembali ketanah kelahirnnya, dan kekuasaan diisi oleh kaum pribumi yang hidup dilingkungan korup dan kultur korup ini berlanjut sampai zaman orde lama. Pada masa orde baru Soeharto berupaya untuk menghilngkan mental korup dengan segala upaya, selanjutnya Presiden Soeharto pun tumbang karena isu korupsi. Korupsi sangat sulit untuk dihilangkan di Indonesia dan bahkan dibelahan dunia.

Tanah yang kita pijak ini adalah warisan para korup sehingga korupsi menjadi suatu hal yang wajar dan bukan suatu hal yang aneh, padahal seumpama kita sadari sebagaimana tujuan negara adalah menciptakan yang rakyatnya dapat mencapai keterkabulannya keinginan-keinginan secara maksimal yang sudah tentu menginginkan hidup layaknya manusia yang sejahtera sudah tentu pemerintah sebagai alat pelaksana program-program negara untuk menciptakan rakyat yang sejahtera sudah bisa dipastikan tujuan negara akan terlakana dengan sebagaimana mestinya.
Faktanya hari ini penguasa tak lain adalah bandit-bandit yang hanya mementingkan perut dan dibawah perutnya, hingga lupa dengan jargon rakyat sejahtera yang ia teriakan kala ia mencalonkan menjadi penguasa, demi rakyat katanya, ternyata hanya syasat memperdaya.

Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat pada 2017 kemarin ada 226 kasus korupsi, kasus dengan jumlah tersangka 587 orang merugikan negara Rp 1,83 triliun dan nilai suap Rp 118, miliar. Sungguh miris sekali dari tahun ketahun korupsi terus saja meningkat entah apa yang yang dipikirkan oleh penguasa hingga terus memperkosa rakyatnya.

Penulis mengajak bahwa sudah waktunya hari ini sadar dengan menjadikan semua hal diatas pelajaran bahwa kita adalah masyarakat sipil yang beradab berkeinginan membangun negeri yang makmur dan sejahtera, terlebih ketika dikaitkan dengan agama, korupsi adalah mencuri uang rakyat dan menyengsarakan mereka, hal ini adalah perbuatan dosa yang menyetir kelembah kesengsaraan yaitu neraka. Darah yang mengalir dalam tubuh karena makan dari hasil mencuri tidak akan hidup tenang dan tidak akan berkah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Allah Berfirman dalam Al- Qur’an “ Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya ”. ( Q.S An- Nahl : 114 ).

Semoga kita semua menyadari bahwa hidup bukan hanya sekedar hidup karena sebaik-baik manusia adalah yang mampu bermanfaat bagi sesama, dan kita do’akan mudah-mudahan kita mampu hidup bersyukur dengan nikmat yang Tuhan berikan, serta hidup kita mencapi cita-cita sejahtera.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan