Ruangpublik.co - Beberapa Lintas Organisasi dari berbagai element mensupport diskusi yang diselenggarakan oleh Kelompok Diskusi Ngebahas Perempuan Progressif (NGERUMPI) di Kampus Uin Smh Banten. Supported lintas organisasi tersebut antara lain:
Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (S.W.O.T), LMND, KEMAS, HMI MPO, SMGI, GAMAS, API KARTINI, IMPASI, IMC, IKMBP dan HIMATA, kamis, 04 april 2019.
Dalam pelaksaannya, diskusi yang mengusung tema “Masa Depan Perempuan Dalam menghadapi Industri 4.0 tersebut dihadiri oleh perempuan dari berbagai lintas Organisasi yang mensupport diskusi dan dimantik oleh Fen Budiman sekalu Aktivis perempuan dari API KARTINI.
Fen, (sapaan akrab untuk Fen Budiman) mengatakan bahwa dalam menghadapi Revolusi industri 4.0 ini yang harus diutamakan adalah persoalan pendidikan untuk Perempuan.
"Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini yang harus diutamakan adalah persiapan pendidikan untuk perempuan agar menunjang sumber daya manusia, karna ketika melihat posisi perempuan sekarang dalam spektrum yang sebenarnya tidak baik baik saja dalam menghadapi revolusi industri ini, perlu memperhatikan daya sisi perempuan dari kelas pekerja", ucapnya disela sela kantin yang sesak.
Fen melanjutkan, dalam menghadapi revolusi industri dengan arus modernisasi dalam berbasiskan teknologi, mesin sebagai penggerak utama dalam produksi justru akan mengalienasi perempuan sebagai kelas pekerja", katanya.
Ia pun memberikan harapan kepada para mahasiswi yang masih bergrak aktif dalam menanggapi persoalan-persoalan dan progresif dalam berdiskusi, agar diskusi ini tidak berhenti disini dan tidak hanya berkutik diwilayah kampus.
"saya berharap agar diskusi ini tidak berhenti disini dan stagnan sampai disini, tetapi harus dirawat secara terus menerus, namun kemudian tidak hanya berkutik didalam kampus lalu ia harus keluar dan lebih konkret mematerialkan persoalan yang ada dimasyarakat", tutup fen.
Sementara sella, salah satu peserta diskusi yang juga sebagai moderator mengatakan hal yang serupa.
“Dalam upaya melibatkan kaum perempuan untuk lebih berperan, memang diskusi ini menjadi upaya kami untuk terus dilakukan secara kontinu dan berjangka panjang”, tuturnya.
“Perempuan juga kan, kami tidak ingin selalu dilihat lemah dan sebelah mata. Kami ingin terus bersatu padu dengan kawan-kawan yang lain untuk mengupayakan kedepan kita lebih aktif dan massif lagi dalam kelompok-kelompok diskusi seperti ini”, lanjutnya.

No comments:
Post a Comment