Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sexy killers, Pemilu bukan solusi

16.4.19, 8:34 AM WIB Last Updated 2019-12-14T09:28:31Z
Film ini mampuh menggambarkan benang merah, tentang kondisi eksploitasi alam, yang di sebabkan oleh oligarki politik yang melegitimasi.


Eksploitasi alam akan terus terjadi, karena oligarki politik yg memegang kekuasaan terus menciptakan ketimpangan atas kepemilikan sumber produksi.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sukses menggelar kegiatan bedah film Sexy Killers di Kampus UIN SMH Banten. (15/04/2019)

Kegiatan ini diadakan oleh HMJ HTN bekerja sama dengan HMJ yang ada di kampus UIN SMH Banten. Yaitu (KPI, TBI, PMI, EKIS, BSA, BKI, IAT, HES, PAI, SPI, dan PBS) serta dihadiri oleh puluhan Mahasiswa tersebut menghadirkan Rijal Arthomi selaku Aktivis Lingkungan sebagai Narasumber.

"Tujuan dilaksanakannya Bedah Film Sexy Killers ini supaya Mahasiswa melek akan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat akibat aktivitas yang dilakukan oleh oligaki politik kekuasaan di Indonesia." Ungkap Tyo, Ketua Pelaksana Bedah Film.

Hal senada diucapkan oleh Rijal Arthomi, Aktivis Pemuda Desa yang sekaligus Aktivis Mahasiswa mengungkapkan bahwa film tersebut menggambarkan tentang eksploitasi alam yang terjadi di Indonesia.

"Eksploitasi alam akan terus terjadi karena oligarki politik yang memegang kekuasaan terus menciptakan ketimpangan atas kepemilikan produksi. Maka kedepannya tidak akan bakal terjadi sebuah perubahan ditagan oligarki politik yang saat ini sedang menguasai." Ujar Rijal Arthomi, Narasumber Beda Film.

Bukan hanya itu, ia juga menambahkan bahwa solusi terbaik untuk Indonesia saat ini bukanlah Pemilu, namun Reforma Agraria Sejati.

"Konstelasi Pemilu politik elit bukan sebuah solusi. Karena ditangan mereka (01 atau 02) terjadi ketimpangan yang menyebabkan ekploitasi terus terjadi. Maka solusinya adalah laksanakan reforma agraria sejati yang menghancurkan monopoli atas sumber produksi untuk didistribusikan kepada petani miskin." Tandasnya. (Ajay)

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan