Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Apa Yang Harus Dikerjakan Kaum Intelegensia?

30.5.19, 8:20 AM WIB Last Updated 2019-05-30T15:20:35Z
Situasi bangsa yang kita cintai, Indonesia akhir-akhir ini sedang tidak menentu dan orientasinya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata hilang ditengah jeritan massa. Sebab bangsa kita sedemikian liberal karena poros yang diikutinya adalah imperialisme yang tidak mendidik dan melemahkan sendi-sendi perekonomian. Itu pulalah yang menyebabkan bangsa kita terkesan selalu bernaung dibawah cengkraman kapitalisme. Akibatnya, kekayaan alam yang melimpah selalu dieksploitasi dan dinikmati segelintir orang saja. Ketidak merataan dalam sektor ekomoni ini, dikhawatirkan akan berimbas pada ketahanan Persatuan Nasional yang perlahan-lahan menuju kehancuran. 

Pasca kemerdekaan telah berhasil diraih dengan semangat Nasionalisme dan semangat persatuan, upaya yang dilakukan untuk menjaga kondisi tersebut tetap stabil adalah dengan menciptakan ketahanan pangan (kesejahteraan sosial) secara merata tanpa pandang bulu. Untuk menopang semua itu, bangsa kita telah cukup memenuhi syarat-syarat dalam memberi kesejahteraan secara merata pada seluruh rakyatnya. 

Meski syarat-syarat yang ada dalam pelaksanaannya tidak kunjung menyejahterakan rakyat indonesia akibat dari banyaknya tekanan dari berbagai macam persoalan, persoalan ini akan teratasi jika komitmen dan konsistensi semangat persatuan tetap dijaga dengan baik tanpa curiga mencurigai satu sama lain. Selama itu tidak mampu diupayakan, bangsa kita sungguh akan mudah untuk dipecah belah oleh imperialisme dengan berbagai cara seperti sedia kala.

Agaknya itu tugas pokok yang patut dilaksanakan oleh kita selaku intelegensia yang sadar. 

Dan menyeret kembali bangsa kita yang telah terhanyut dalam percaturan Nekolim -memakai istilah bung Karno-, agar kembali lagi pada orientasi awal adalah sebuah keharusan yang perlu untuk diambil. Menghayati kembali semangat Pancasila dan Konstitusi 1945 agaknya sudah nyaris sunyi dari percaturan diskusi ditiap-tiap organisasi kita masing-masing. Padahal, dari rentetan sejarah yang panjang pasca merdekanya bangsa kita, persoalan vital yang rumit diselesaikan adalah kedaulatan ekonomi. Bukan semata persoalannya bangsa kita miskin, tetapi sumber pengelolaannya yang tidak pernah diambil sepenuhnya oleh Negara. Sehingga, Negara kita terkesan tidak lebih hebat dari Swasta.

Bangsa kita yang terus-menerus diperlemah oleh imperialisme dan dijarah kekayaan alam tiada henti-hentinya adalah tugas penting untuk kita kampanyekan bahwa tindakan demikian adalah kejahatan yang kurang ajar ditengah kemiskinan menjalar dimana-mana. Ketidak merataan dalam sektor ekonomi dalam negeri seperti sekarang memang sengaja diciptakan. Dan penjarahan kapitalisme lewat liberalisasi yang dibuka oleh Negara telah menghilangkan arah dan tujuan bangsa ini hendak seperti apa kedepan.

Pancasila, sebaga dasar Negara yang mampu mempersatukan masyarakat indonesia dari berbagai kelompok, saat ini tidak ubahnya hanya menjadi kata-kata pemoles mulut penguasa seolah-olah ia prihatin dan iba melihat rakyatnya sengsara. Konstitusi pun demikian, ia selalu menjadi alat mandra guna penguasa untuk menepis lawan politik yang membangkang ikut aturan main kapitalisme.

Maka seyogyanya lah kajian-kajian falsafah bangsa yang pudar tersebut dibuka kembali serta menjadi acuan/platform yang diutamakan dalam proses perjuangan. Karena harapan itu ada dipundak kita selaku kaum intelegensia. 

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan