Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Awal Semester II/2025, Ekonomi Jateng Tetap Kuat

6.8.25, 6:51 PM WIB Last Updated 2025-08-08T17:15:34Z

, SEMARANG - Beberapa parameterperekonomian Jawa Tengah (Jateng) pada awal Semester II/2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II/2025 mencapai 5,28% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kinerja tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pencapaian tahun lalu, atau Kuartal II/2024, yang tumbuh sebesar 4,93% (yoy).

"Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini didapatkan melalui kerja sama antara berbagai pihak," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Rabu (6/8/2025).

Luthfi mengajak pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota agar terus memperkuat kerja sama guna mempertahankan kinerja yang baik tersebut.

Beberapa di antaranya yaitu dengan mengembangkan poros ekonomi baru yang berbasis pada pengembangan kawasan aglomerasi serta menjaga dan memperkuat kerja sama dengan kota kembar atau Sister Province dan Sister City, Tiongkok maupun Singapura.

BPS Provinsi Jawa Tengah melaporkan, pada Kuartal II/2025, pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi meningkat sebesar 9,97% (yoy), diikuti oleh jasa lainnya dengan kenaikan 9,86% (yoy), serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 9,42% (yoy).

Ketiga sektor tersebut menjadi yang mengalami pertumbuhan terbesar di Jawa Tengah. Di sisi lain, sektor industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah hanya tumbuh sebesar 4,47% (yoy).

Banyak [bidang yang perlu ditingkatkan]. Di Jawa Tengah, sektor industri paling banyak menyumbangkan tenaga kerja karena tenaga kerja kita unggul, lahan luas, dan kondusif. Investor lebih tertarik datang ke Jawa Tengah karena lingkungan yang sangat mendukung. Tentu masih banyak potensi yang perlu dikembangkan di daerah kami," ujar Luthfi.

Pada berbagai kesempatan, Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu andalan perekonomian Jawa Tengah.

Tercatat sekitar 4,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Jawa Tengah. Oleh karenanya, ia juga mengajak seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota, untuk memberikan perhatian lebih pada sektor UMKM agar mampu meningkatkan kualitasnya.

Dengan Karya Kolaborasi, Ekonomi Jawa Tengah Naik 5,28%

Kinerja yang baik juga terlihat dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau besarnya tingkat inflasi di Jawa Tengah.

Pada Juli 2025, tingkat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Jawa Tengah mencapai 0,18%. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi pada bulan Juni 2025 yang sebesar 0,24% (mtm).

Peningkatan harga terjadi merata di seluruh kota yang menjadi objek pemantauan inflasi di Jawa Tengah, dengan tingkat inflasi tertinggi tercatat di Kota Tegal sebesar 0,41% (mtm).

Inflasi dalam periode pelaporan utamanya disebabkan oleh kenaikan harga di kelompok pengeluaran pendidikan. Dengan dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026 pada pertengahan Juli 2025," kata Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya, komponen utama yang berkontribusi terhadap inflasi di sektor pengeluaran tersebut berasal dari biaya pendidikan, termasuk biaya pendaftaran ulang serta kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Peningkatan harga di sektor transportasi, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab utama inflasi di Jawa Tengah pada Juli 2025.

Sumber utama inflasi berasal dari beberapa komoditas pangan penting seperti beras, bawang merah, dan cabai rawit.

"Beras kembali menjadi penyumbang utama inflasi selama dua bulan berurutan. Musim panen padi yang masih tidak teratur belum mampu mengurangi tekanan harga beras," ujar Rahmat.

Rahmat menyampaikan bahwa pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus bekerja sama dalam menjaga kestabilan tingkat inflasi di Jawa Tengah.

"Program pengendalian inflasi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran pendistribusian barang/komoditas di Jawa Tengah agar inflasi tetap berada dalam target 2,5-1%", ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan