Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Kunjungi UT Makassar, Sekretaris MWA UT Tekankan Transformasi dan Peran Strategis PTN-BH

6.8.25, 6:55 PM WIB Last Updated 2025-08-08T17:20:38Z
Kunjungi UT Makassar, Sekretaris MWA UT Tekankan Transformasi dan Peran Strategis PTN-BH

Universitas Terbuka (UT) Makassar menghadiri kunjungan kerja Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T., pada hari Rabu (6/8/2025).

Kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk memperdalam pemahaman komunitas akademik tentang status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) serta peran penting MWA dalam pengelolaan kampus.

Acara yang berlangsung di Kampus UT Makassar dihadiri oleh Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, Manajer Pembelajaran dan Ujian Andi Suci Anita, S.P., M.P., Manajer Marketing dan Registrasi I Made Gunawan Sanjaya, S.T., Kasubag Tata Usaha Safruddin, S.E., M.M., serta seluruh dosen dan karyawan di lingkungan UT Makassar.

Pada presentasinya, Ake mengungkapkan bahwa status PTN-BH bukan hanya perubahan nama, tetapi merupakan transformasi menyeluruh yang menargetkan berbagai aspek seperti kelembagaan, sumber daya manusia, hingga akademik.

Perubahan ini, menurutnya, menjadi titik penting dalam mewujudkan universitas yang modern, mandiri, dan bersaing secara global.

"Sebagai PTN-BH, UT telah mencapai kemajuan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, salah satunya ditunjukkan dengan keberhasilan beberapa program studi meraih akreditasi internasional," kata Ake.

Selanjutnya, Ake menekankan bahwa perubahan UT juga terlihat dari keterlibatan global yang dibangun dengan berbagai universitas luar negeri.

UT bekerja sama dengan Chungbuk National University dan Yeungnam University dalam pengembangan Program Studi Kewirausahaan serta penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mulai dari magang, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penelitian bersama.

"Di sisi lain, kolaborasi dengan platform Coursera dan Bursa Efek Indonesia (IDX) terus mendorong pengembangan materi pembelajaran inovatif serta peningkatan mutu proses belajar," katanya.

Mengenai layanan dan biaya pendidikan, Ake memastikan bahwa sebagai PTN-BH, UT tetap mematuhi prinsip akses yang terjangkau. UT juga mengelola dana endowment guna menjamin kelangsungan dan efisiensi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya keterpaduan tiga organ utama dalam struktur tata kelola UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Menurut Ake, sistem tata kelola PTN-BH yang baik dan berkelanjutan didasarkan pada kerja sama yang kuat antara MWA, Senat Akademik (SA), dan Rektor.

Ketiganya memiliki fungsi dan tugas yang berbeda, tetapi saling melengkapi serta bekerja sama untuk memastikan keberhasilan tujuan lembaga.

"MWA memiliki otoritas strategis, termasuk dalam situasi tertentu mengambil keputusan paling tinggi yang bersifat mengikat bagi seluruh organ UT. Namun hal ini dilakukan dengan semangat kerja sama, bukan persaingan," tegas Ake di hadapan sivitas akademika UT Makassar.

Ia menyampaikan, struktur ini memungkinkan UT untuk lebih fleksibel dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan global, tanpa mengorbankan prinsip transparansi dan kualitas pendidikan akademik.

Selanjutnya, Ake juga menyampaikan komitmen UT dalam memastikan kelangsungan institusi melalui pengelolaan dana abadi (endowment fund).

Dana itu, menurutnya, tidak digunakan untuk pengeluaran operasional, tetapi disimpan sebagai jaminan untuk masa depan UT. Dana abadi ini diharapkan terus berkembang dan meningkat setiap tahunnya.

"Yang digunakan merupakan hasil dari pengelolaan dana tersebut. Hal ini selanjutnya dimanfaatkan untuk perkembangan institusi, peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, serta mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.

Dengan pengelolaan yang terencana dan berfokus pada jangka panjang, UT menunjukkan komitmennya sebagai PTN-BH yang tidak hanya mandiri secara hukum dan keuangan, tetapi juga mampu bersaing secara global dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Direktur UT Makassar Prof. Abdul Rahman Rahim dalam pidatinya menekankan pentingnya sosialisasi status PTN-BH kepada masyarakat dan komunitas akademik.

Menurutnya, masih banyak pihak yang belum sepenuhnya memahami makna dan dampak dari status ini.

"PTN-BH tidak berarti komersialisasi, melainkan bentuk peningkatan kualitas tata kelola dengan tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan aksesibilitas. Dalam hal ini, kehadiran MWA sangat penting dalam menentukan arah kebijakan umum serta melakukan pengawasan non-akademik," katanya.

Prof Rahman berharap kunjungan ini mampu memperbaiki berbagai kesalahpahaman yang masih ada dan memperkuat semangat seluruh komponen UT dalam menghadapi tantangan global. (*)

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan