Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Doa Ibu Gadis Penjual Gorengan di Depan Makam Diijabah,Syukuran Sederhana Atas Vonis Mati In Dragon

8.8.25, 7:03 AM WIB Last Updated 2025-08-10T12:00:55Z
Doa Ibu Gadis Penjual Gorengan di Depan Makam Diijabah,Syukuran Sederhana Atas Vonis Mati In Dragon

, PARIAMAN - Tangis haru kembali menyelimuti keluarga NKS (18) gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumatera Barat yang meninggal karena dibunuh pada hampir satu tahun silam tepatnya pada Jumat (6/9/2024).

Sang ibu, Eli Marlina (45) menyempatkan berkunjung ke makam putrinya di Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman sebelum menghadiri sidang vonis terdakwa pada Selasa (5/8/2025).

Eli tak kuasa menahan tangis di pusara NKS. Air mata ibu berusia hampir setengah baya itu menetes.

Ia memanjatkan doa untuk almarhumah NKS yang dibunuh Indra Septiawan alias Indra Septriaman alias In Dragon (27) seorang pemuda berandalan di kampungnya.

"Pagi tadi saya ke makam, berdoa agar dia dihukum setimpal. Dan Alhamdulillah, akhirnya hari ini dia dijatuhi hukuman mati," kata Eli saat diwawancara Tribunpadang.com (grup )di pemakaman umum Nagari Guguak.

Keluarga almarhumah akan menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas vonis mati yang dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan yang dikenal dengan nama In Dragon di kampungnya.

Syukuran sederhana akan digelar di kediaman orangtua almarhum di Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Eli Marlina mengatakan syukuran ini merupakan bentuk penghormatan terakhir untuk putrinya yang meninggal secara tragis.

"Iya, kami akan adakan doa bersama. Bentuk syukur kami karena keadilan akhirnya ditegakkan," ujar Eli.

Menurut Eli, vonis mati tersebut menjadi penawar luka yang ia simpan selama hampir satu tahun semenjak kematian putrinya. Ia meyakini anaknya menjadi korban fitnah kejam pelaku.

"Dia menuduh NKS menyimpan dan menjual sabu. Padahal itu tidak benar. Kalau memang anak saya pelaku penjualan sabu, kenapa ia masih berjualan gorengan setiap hari?" kata Eli sembari mengusap wajah.

Meski keadilan telah ditegakkan, Eli mengaku belum bisa sepenuhnya memaafkan pelaku.

"Sampai kapan pun saya tak bisa memaafkan dia. Anak saya dibunuh. Padahal dia tak bersalah," ucapnya dengan suara berat.

Pantauan TribunPadang.com, makam almarhumah NKS tampak bersih dan terawat. Tidak ada rumput liar tumbuh di sekitarnya. Berbeda dengan makam lain di area itu yang sudah dipenuhi semak.

Eli mengatakan, hingga kini makam putrinya masih kerap dikunjungi warga yang berziarah.

"Tadi pagi pun masih ada yang datang. Banyak orang yang sayang sama NKS," katanya, menutup percakapan sambil kembali menatap nisan yang menjadi tempat peristirahatan terakhir putri tercintanya.

Vonis hukuman mati dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Pariaman pada Selasa (5/8/2025).

Terdakwa Indra selalu menundukkan wajah sejak awal sidang hingga hakim mengetok palu tanda sidang ditutup.

Putusan ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pariaman.

Hakim ketua Dedi Kuswara dalam sidang pembacaan putusan tersebut, menerangkan bahwa hukuman mati ini jatuhkan pada terpidana berdasarkan fakta persidangan yang terlah berlangsung.

“Terdakwa terbukti secara sah telah melakukan pembunuhan berencana dan persetubuhan pada korban Nia Kurnia Sari,” ujar hakim ketua dikutip saat pembacaan putusan di ruang sidang cakra Pengadilan Negeri Pariaman, Selasa (5/8/2025).

Berdasarkan putusan hakim, kuasa hukum In Dragon, Dafriyon mengaku akan langsung melakukan banding.

“Kami akan langsung melakukan banding dan menyiapkan bahannya,” ujar Dafriyon.

Indra Septiawan adalah orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya NKS gadis penjual gorengan di Padang Pariaman, Sumbar.

Ia mengubur jenazah NKS di sekitar Nagari Guguak, 2×11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, pada Jumat (6/9/2024).

Sejak jenazah NKS ditemukan, Indra melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran polisi.

Ia baru ditemukan 11 hari setelah jenazah NKS ditemukan, tepatnya Kamis (19/9/2024) di sebuah loteng rumah warga yang kosong.

Sosok Indra Septiawan

Indra Septiawan memiliki nama lain yakni Indra Septiarman.

Ia juga dikenal dengan julukan In Dragon di kampungnya.

In Dragon dikenal sebagai pembuat onar karena sering melakukan tindakan kriminal.

Karena sering keluar masuk penjara, sebagian warga enggan berurusan dengannya.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono saat itu menyatakan, Indra Septiarman bukan pertama kali berurusan dengan hukum.

In Dragon adalah seorang resedivis kasus pencabulan narkoba.

Di kampungnya In Dragon bekerja sebagai pemasang listrik.

"Tersangka bukan pelaku sembarangan. Ditemukan atas bantuan masyarakat."

"Tahun 2013 pernah berurusan terkait pencabulan. Dan tahun 2017, terlibat dalam pidana narkoba," ujar Suharyono kepada wartawan, Jumat (20/9/2024), dikutip dari Kompas.com.

Suharyono mengakui bahwa penyidik sempat kesulitan menetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan ini karena minimnya saksi dan barang bukti.

"Selama 10 hari ini, sangat sulit dan berat untuk mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi," jelas Suharyono.

Titik terang kasus ini baru muncul ketika polisi menemukan tas milik In Dragon.

"Ditemukan tas, bagian dari barang bukti."

"Dua hari kemudian, dilakukan penyergapan, namun tersangka berhasil lolos dan berpindah tempat," kata Suharyono.

Pada hari ke-9, Suharyono mengungkapkan bahwa warga melaporkan tersangka berada di suatu tempat. 

Namun saat dilakukan pencarian, tersangka sudah berpindah. 

"Akhirnya pada hari ke-11, tersangka ditemukan di rumah kosong," kata Suharyono saat itu. 

(TribunPadang.com/Panji Rahmat/Rezi Azwar/Muhammad Afdal Afrianto)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Ibu Gadis Penjual Gorengan di Padang Pariaman Usap Dada In Dragon Dihukum Mati: "Alhamdulillah"

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan