Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Janji Rumah Panggung Gubernur Jabar di Karangligar Hanya 25 Unit, Warga Kecewa

9.8.25, 12:01 AM WIB Last Updated 2025-08-10T13:00:52Z
Janji Rumah Panggung Gubernur Jabar di Karangligar Hanya 25 Unit, Warga KecewaKORAN-PIKIRAN RAKYAT - Warga Desa Karangligar yang dijanjikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk dibangunkan rumah panggung ternyata pernah mendapatkan formulir. Isinya mengenai dua opsi rencana pembangunan rumah panggung di wilayah yang sering dilanda banjir tersebut.

"Di dalam formulir itu, ada dua opsi, apakah rumah panggung akan ditempel pada bagian rumah utama atau rumah lama diganti total dengan rumah panggung," kata Kepala Dusun Pangasinan Desa Karangligar, Farman Dimas, Rabu 6 Agustus 2025.

Sebagian warga, kata Farman, memang ada yang minta ganti total dengan rumah panggung karena memang rumahnya sudah rapuh akibat terlalu sering diterjang banjir. Namun, ada juga yang meminta rumah panggung ditempel pada rumah lama.

“Semua formulir sudah diserahkan ke pihak KDM. Namun, ia bersama Kades Karangligar dipanggil KDM ke Purwakarta, diputuskan rumah panggung yang akan dibangun hanya 25 unit sebagai percontohan. Itu pun bagi warga yang bersedia rumah lama­nya dibongkar,” kata Farman.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Karawang, M. Imron Choeru menilai, rencana pembangunan 10 unit rumah panggung di wilayah langganan banjir Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, tidak akan menyelesaikan persoalan banjir. Pasalnya, jumlah rumah yang kerap terendam saat banjir melanda Ka­rangligar mencapai 667 unit.

"Terlalu sedikit. Hanya beberapa jiwa yang terselamatkan tidak mengungsi ketika banjir tiba," ungkap salah seorang anggota Komisi IV DPRD Karawang, M. Imron Choeru, saat diminta tanggapannya terkait hal itu, Rabu 6 Agustus 2025.

Menurut dia, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mesti memaksa­kan diri membangun rumah panggung untuk merealisasikan janjinya kepada warga Karangligar. Ia menilai, Gubernur Jabar cukup membangun bangsal tempat pengungsian berbentuk panggung agar semua warga bisa segera dievakuasi ke tempat yang aman namun representatif.

"Jika anggarannya hanya cukup membangun 10 unit, lebih baik bangun saja 3 atau 5 bangsal panggung pengungsian yang mampu menampung ratusan jiwa. Bangsal-bangsal panggung itu bisa didirikan tersebar di beberapa spot banjir," kata Imron.

Dengan demikian, kata Imron, warga terdampak banjir nantinya akan lebih dekat dan mudah menjangkau tempat pengungsian. Kesehatan mereka pun tentunya bisa lebih terjaga karena bisa tidur di atas lantai kayu, bukan di pinggir-pinggir jalan beratap terpal.

Dijelaskan, bangsal-bangsal itu harus dilengkapi fasilitas kamar mandi dan toilet, sehingga para pengungsi nantinya tidak kelimpungan saat mau buang hajat atau membersihkan diri. "Kalau ang­gar­annya ada, setiap bangsal bisa dilengkapi perahu karet," kata Imron.

Ia mengatakan, pembangunan rumah panggung dalam jumlah sangat terbatas justru akan menambah persoalan baru. Sebab, hal itu bakal mengundang kecemburuan warga yang tidak dapat bantuan rumah panggung.

"Pemilihan warga yang akan menerima bantuan pun cukup sulit. Coba kriteria apa yang akan dilakukan pemerintah saat menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan rumah panggung tersebut," ucap Imron.

Atas dasar itu, Imron meminta Pempov Jabar mengevaluasi kebijakan pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak banjir Karangligar. "Merealisasikan janji memang wajib. Tapi kalau realisasinya cuma sedikit, lebih baik dialihkan untuk membangun bangsal panggung agar bisa digunakan masyarakat lebih banyak," katanya.

Ketika ditanya terkait dengan pernyataan Gubernur Jabar yang mengaku kesulit­an mendata warga yang menginginkan rumah panggung, Imron menyebutkan, jika anggarannya tersedia, kesulitan itu tak akan menyusutkan jumlah penerima rumah panggung. Apalagi, sebagian besar warga Karangligar memang menginginkan rumah panggung tersebut.

"Warga Karangligar sudah belasan tahun menderita karena permukimannya kerap diterjang banjir. Mereka pasti mau diberi rumah yang aman dari air bah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji akan membangun rumah panggung di desa langganan banjir Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Oleh warga se­tempat, janji tersebut dinilai hanya angin surga belaka.

Pasalnya, hingga saat ini, belum ada kepastian kapan janji itu bakal direalisasikan Dedi Mulyadi. "Pak Dedi sendiri yang berjanji akan membangun rumah panggung di Karangligar sebagai salah satu solusi penanganan banjir di desa kami. Tapi hingga sekarang informasinya masih belum jelas," ujar Kepala Desa Karangligar, Ersim.

Ersim tak memahami jumlah rumah panggung yang dijanjikan KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi) selalu berubah. Awalnya dijanjikan bangun 1.000 unit, bahkan hal itu diunggah KDM melalui akun medsos miliknya. Jumlah tersebut menyusut jadi 100 unit dan kini menciut lagi menjadi 10 unit saja.

Ketika diwawancara “PR” belum lama ini, KDM mengatakan, kendala utama yang me­nyebabkan tertundanya pembangunan rumah panggung adalah kelengkapan data dari masyarakat yang ingin rumahnya dibangun.

"Dari 1.000 rumah yang direncanakan, baru 25 orang yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan rumah. Meskipun begitu, Pemprov Jabar sudah menyiapkan anggaran penuh dan proyek ini akan segera diwujudkan pada ang­garan perubahan," katanya.

KDM menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari dinas terkait, sebagian besar warga yang ingin rumahnya dibangun merasa ragu jika rumah tembok mereka dihancurkan. Beberapa bahkan meminta agar rumah panggung dibangun di lokasi yang berbeda.***

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan