Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Komedi Gelap dengan Isu Kesehatan Mental dalam Film Tinggal Meninggal (TingNing)

6.8.25, 5:20 PM WIB Last Updated 2025-08-09T17:20:36Z
Featured Image

Kehidupan Gema yang Penuh Perasaan dan Tantangan

Seseorang yang merasa tidak memiliki teman atau diabaikan bisa mengalami kecemasan yang berlebihan. Mereka mungkin terus-menerus memikirkan bagaimana bisa diterima dalam lingkungan sosial, seperti di tempat kerja atau kumpulan teman. Apakah perlu berbohong atau menciptakan cerita menarik agar diperhatikan? Pertanyaan ini juga dialami oleh tokoh utama dalam film Tinggal Meninggal, yaitu Gema yang diperankan oleh Omara Esteghlal.

Dalam lingkungan kantornya, Gema merasa canggung dan kesulitan untuk membangun hubungan pertemanan. Ia merasa ada tapi seperti tidak ada. Peran ini memberikan tantangan tersendiri bagi Omara. Ia harus membangun karakter Gema tanpa menyimpang dari skrip yang telah ditentukan.

"Proyek ini menjadi perjalanan emosional bagi saya. Ada banyak hal yang terasa pribadi, tetapi sekaligus menyenangkan karena dibalut komedi yang cerdas dan jujur. Saya diberi kesempatan lebih besar, bukan hanya sebagai aktor, tapi juga sebagai Co-Executive Producer," ujarnya.

Meskipun menghadapi kesulitan, Omara berhasil memperankan Gema dengan baik. Penonton yang hadir pada acara screening dan press conference film Tinggal Meninggal tampak menikmati film tersebut. Film komedi getir ini adalah debut sutradara Kristo Immanuel dari rumah produksi Imajinari. Eksekusi cerita yang unik, segar, dan menggelitik membuat film ini menarik perhatian penonton.

Format Jumpa Pers yang Unik dan Menarik

Film Tinggal Meninggal tidak hanya unik dalam cerita, tetapi juga dalam penyelenggaraan jumpa persnya. Alih-alih media melemparkan pertanyaan kepada narasumber, kali ini para pemain dan tim film yang bertanya kepada para penonton. Pendekatan ini mencerminkan kehangatan, kedekatan, dan rasa ingin tahu yang jujur dari para kreator.

Rekan-rekan media juga antusias mengikuti acara ini. Mereka menjawab rasa keingintahuan dari crew dan cast, mulai dari perasaan setelah menonton film hingga membahas bagian-bagian yang membuat mereka merasa terhubung dengan film ini. Salah satu elemen yang menarik adalah tentang inner child yang rasanya terobati usai menonton.

Pada acara tersebut hadir Omara Esteghlal, Jared Ali, Gilbert Pattiruhu, dan Nirina Zubir. Mereka tampil kompak, santai, dan penuh semangat. Kristo Immanuel, sang sutradara, tampak sangat bahagia dengan respons yang diberikan oleh penonton.

"Sudah semakin dekat ke hari tayang, dan melihat bagaimana penonton merespon dengan cara yang sangat personal dan jujur membuat saya makin tidak sabar membagikan film ini ke khalayak yang lebih luas. Semoga rasa yang kami tuang di TingNing bisa sampai," ujar Kristo.

Harapan dan Apresiasi dari Produser

Ernest Prakasa, produser yang juga hadir, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan. "Respon teman-teman media luar biasa. Tapi tentu kami tetap sabar menanti sambutan dari publik yang lebih luas. Semoga Tinggal Meninggal bisa berkontribusi menghadirkan warna baru di industri film Indonesia."

Film Tinggal Meninggal menggabungkan elemen humor, tragis, dan absurditas hidup modern serta isu mental health yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Cerita ini bercerita tentang Gema yang tiba-tiba mendapat perhatian dari rekan kerjanya setelah ayahnya meninggal. Ketika perhatian itu mulai menghilang, Gema terjebak dalam pikiran: "Siapa lagi yang harus meninggal?" Dari situlah rentetan konflik dimulai. Haruskah ada yang meninggal lagi untuk mendapatkan atensi?

Film Tinggal Meninggal akan resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Agustus 2025. Yuk saksikan kisah Gema dan semua kebohongan yang ia bangun demi merasa "dianggap" ini. Siap-siap tertawa, terkejut, sekaligus merenung. Informasi detail terkait film Tinggal Meninggal silakan kunjungi sosial media @imajinari dan @tingning.official.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan