
, PALMERAH— Sekolah Rakyat menjadi salah satu alternatif yang bisa ditempuh masyarakat menengah ke bawah atau miskin, kala menyekolahkan anaknya hingga jenjang lebih tinggi.
Namun dalam pelaksanaannya, ada banyak catatan penting.
Hal itu menyusul peluncuran program yang masih baru dilakukan.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Sosial, untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan memutus rantai kemiskinan
Menurut Cecep Darmawan selaku Pengamat Kebijakan Pendidikan sekaligus dekan FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), perlu ada pembinaan karakter dan psikologis yang holistik dan berkelanjutan untuk siswa di Sekolah Rakyat.
Pendekatan itu, diharapkan dapat berbasis empati dan pemahaman terhadap latar belakang sosial-ekonomi siswa.
"Kedua, pembinaan perlu mengintegrasikan nilai-nilai moral, kemandirian, dan sikap sosial positif melalui kegiatan sehari-hari, seperti pembiasaan disiplin, gotong royong, dan kerja sama dalam lingkungan sekolah," kata Cecep saat dihubungi Warta Kota, Sabtu (2/8/2025).
Di samping itu, Cecep memandang jika pendampingan psikologis adalah sesuatu penting dilakukan di Sekolah Rakyat.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara menyediakan konseling dan ruang ekspresi untuk membantu siswa mengelola stres dan membangun kepercayaan diri.
Selain itu, lanjut dia, melibatkan keluarga dan komunitas dalam proses pembinaan karakter akan memperkuat dukungan sosial bagi siswa.
"Sehingga mereka merasa terhubung dan didukung baik di sekolah maupun di luar. Dengan demikian, pembinaan karakter dan psikologis tidak hanya membentuk siswa yang tangguh, tetapi juga manusia yang berempatidan bertanggung jawab," ungkap Cecep.
Kendati begitu, Cecep memandang jika Sekolah Rakyat bukanlah satu-satunya solusi permanen untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
Namun, hal tersebut dapat menjadi salah satu upaya penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
"Dengan memberikan pendidikan yang fleksibel, inklusif, dan kontekstual, Sekolah Rakyat membantu memutus siklus kemiskinan dengan meningkatkan keterampilan dan peluang anak-anak untuk masa depan yang lebih baik," kata Cecep.
Akan tetapi, keberhasilan konsep ini masih harus didukung dengan kebijakan sosial-ekonomi yang komprehensif, seperti pemberdayaan keluarga, peningkatan akses layanan kesehatan, dan perlindungan sosial.
"Jadi, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari solusi multidimensi yang saling melengkapi untuk mengatasi akar masalah kemiskinan secara berkelanjutan," ujar dia.
Oleh karena itu, Cecep memandang perlu adanya monitoring dan evaluasi Sekolah Rakyat yang berkelanjutan dan sistematis dengan berfokus pada dampak nyata terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak miskin ekstrem.
Caranya, bisa melalui pengumpulan data rutin tentang kehadiran siswa, capaian kompetensi, serta perkembangan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka.
Selain itu, Cecep menyebut bahwa evaluasi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari guru, siswa, orang tua, komunitas, dan pemerintah.
Tujuannya, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dan memastikan program berjalan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
"Penggunaan indikator kinerja yang jelas dan terukur juga penting agar hasil evaluasi dapat dijadikandasar perbaikan dan pengambilan keputusan," jelas Cecep.
Barulah hasil monitoring dan evaluasi yang ada, disampaikan secara transparan agar efektifitas proyeknya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Di samping itu, Cecep memandang bahwa dalam jangka panjang, perlu adanya keterlibatan dunia industru untuk menyiapkan siswa siap kerja sebagai lulusan Sekolah Rakyat.
Dengan begitu, mereka bisa lebih mandiri dan lama-lama bisa mengubah perekonomian keluarganya.
"Dunia industri dapat berperan dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan," kata Cecep.
"Industri juga bisa menyediakan program magang, praktik kerja lapangan, atau pelatihan vokasi langsung di perusahaan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa," lanjutnya.
Cara-cara ini dianggap efektif membantu siswa memahami budaya kerja dan mengasah kemampuan teknis serta soft skills yang dibutuhkan.
Terakhir, perlu adanya kolaborasi antara Sekolah Rakyat dan industri agar dapat menciptakan jalur akses kerja, seperti program rekrutmen khusus atau kemitraan dalam pengembangan kewirausahaan.
"Dengan keterlibatan industri yang aktif, siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi," pungkas dia. (m40)
Baca berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari lewat WhatsApp : di sini
No comments:
Post a Comment