
SEOUL meluncurkan program 100 hari menindak sopir taksi yang memperlakukan turis asing secara tidak adil. Pihak berwenang ibu kota Korea Selatan itu menerima banyak keluhan turis terkait layanan taksi, mulai dari penolakan sopir untuk mengangkut turis asing hingga penipuan tarif.
Dilansir dari Korea Herald, inisiatif ini akan berfokus pada aktivitas taksi ilegal seperti penagihan berlebih, meminta tip, menolak menjemput penumpang untuk perjalanan singkat, dan ketidaknyamanan lain yang dialami banyak wisatawan mancanegara saat memesan taksi di kota itu. Penindakan ini akan dilakukan di bandara serta tempat wisata di Seoul, seperti distrik perbelanjaan Myeong-dong.
"Tindakan keras ini dirancang untuk membenahi aktivitas taksi ilegal menjelang puncak musim pariwisata di Korea Selatan," menurut Yeo Jang-kwon, kepala kantor transportasi Pemerintah Metropolitan Seoul.
Keluhan Taksi di Korea Selatan
Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan asing sering mengajukan keluhan tentang pengemudi taksi yang menagih terlalu mahal, menolak menggunakan argo, atau mengambil rute yang terlalu panjang.
Inisiatif ini akan sejalan dengan upaya Seoul tahun ini untuk mengungkap 139 kasus penagihan berlebih di bandara-bandara dekat Seoul, dan 109 kasus pengemudi taksi yang menolak menerima penumpang warga negara asing untuk perjalanan singkat, hingga akhir Juni.
Penindakan rutin ini telah berlangsung sejak tahun 2015. Meskipun demikian, para sopir taksi diduga tetap melanjutkan aktivitas ilegal mereka dengan berpindah lokasi untuk menghindari polisi.
Tahun lalu, keluhan terkait taksi menyumbang hampir 19 persen dari seluruh keluhan yang dilaporkan kepada Organisasi Pariwisata Korea.
Tarif Normal Taksi
Tarif dasar untuk perjalanan taksi standar hingga 1,6 km adalah 4.800 won (Rp 57.000) setelah itu 100 won (Rp 1.200) ditambahkan setiap 131 meter. Pada malam hari, tarif dasar meningkat, berkisar antara 5.800 (Rp 68.000) hingga 6.700 won (Rp79.000).
Langkah-langkah baru tersebut meliputi penempatan personel penegak hukum untuk penindakan terarah di lokasi, perluasan upaya berdasarkan survei kode QR dari wisatawan mancanegara, peningkatan sistem seperti pelabelan struk taksi, dan penerapan sanksi yang lebih ketat.
Korea Selatan dikunjungi jutaan wisatawan mancanegara setiap tahun karena daya tarik budaya, musik, dan filmnya. Hampir 7,21 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Korea Selatan hingga akhir Mei tahun ini, naik 14,7 persen dari tahun sebelumnya. Cina, Jepang, Taiwan, dan AS termasuk di antara negara-negara asal wisatawan utama yang berkunjung ke Korea Selatan. Negara ini diperkirakan akan menerima rekor 20 juta wisatawan mancanegara tahun ini, menurut laporan dari Hyundai Research Institute.
Baca Juga: Ide Itinerary 5 Hari di Pulau Jeju: Menyusuri Pesisir hingga Mendaki GunungBaca Juga: Seoul Destinasi Solo Traveling Teratas di 2025Baca Juga: Dinda Kanyadewi Hati dan Uang untuk BTS
No comments:
Post a Comment