Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Ekosistem Digital Makassar Perlu Platform, Butuh Pemberdayaan Pengusaha Teknologi

1.11.25, 6:18 PM WIB Last Updated 2025-11-02T16:25:50Z

HALOYOUTH -, MAKASSAR - Perluasan ekosistem digital di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus dipacu untuk meningkatkan adaptasi masyarakat terhadap tren perkembangan teknologi global.

Infrastruktur di Makassar lambat laun mulai memadai, meski masih perlu diakselerasi. Bukan hanya dari sisi inklusi digital, namun juga dari penyediaan platform.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan wilayahnya telah memulai program smart city sejak 2015.

Capaiannya pada 2024 pun cukup baik di angka 3,64 berdasarkan penilaian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Sedangkan menurut penilaian Institut Management and Development (IMD), smart city Indeks Makassar berada di peringkat 114 dari 142 kota di dunia.

Smart city di Makassar sendiri dimulai dari adopsi digital di pemerintahan. Pemangku kebijakan setempat belum lama ini meluncurkan Makassar Super App yang diberi nama Lontara+.

Aplikasi tersebut mengintegrasikan seluruh layanan perangkat daerah ke dalam satu app, mulai dari aduan masyarakat, telemedicine, hingga informasi bantuan sosial dan pariwisata dalam satu platform. 

Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik digital, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kota. 

"Kenapa diintegrasikan semua? Karena ada 358 aplikasi di pemkot saat ini. Semakin banyak pintu semakin banyak kerentanan," kata Roem di Makassar, Jumat (31/10/2025).

Kendati demikian, platform digital terintegrasi serupa diakui belum banyak dikembangkan di Makassar, utamanya yang berfungsi untuk peningkatan layanan bisnis.

Padahal masyarakat kota ini, dikatakan Roem, memiliki potensi yang besar untuk memanfaatkan daya ungkit smart city.

Oleh sebab itu dia mendorong bagi semua stakeholder untuk berperan dalam pengembangan ekosistem digital di Makassar.

Salah satunya peningkatan kualitas pengusaha teknologi atau technopreneur untuk menciptakan berbagai platform terkemuka.

General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Sulawesi Andrew Mamahit mengatakan pihaknya secara konsisten telah menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku technopreneur di Indonesia, termasuk di Makassar.

Melalui program impact incubator unggulannya, NextDev, yang belum lama ini terselenggara di Makassar, Telkomsel telah menghadirkan kurikulum unggulan AI-Powered Innovation Curriculum untuk para pengusaha teknologi.

Program ini bertujuan memperkuat ekosistem digital melalui dukungan terhadap inovasi dan pengembangan bisnis startup, membantu para technopreneur dari tahap ide hingga menjadi bisnis digital yang matang dan berkelanjutan, serta menghasilkan solusi digital yang memberikan dampak positif secara sosial dan lingkungan.

Manfaatnya, para pengusaha teknologi akan lebih mudah mendapatkan akses ke sesi mentoring dari para ahli di bidangnya, terhubung dengan ekosistem digital yang relevan dan peluang kolaborasi, serta penguatan fundamental bisnis seperti strategi pertumbuhan, pemasaran, dan implementasi teknologi. 

"NexDev bertujuan mendorong lahirnya solusi digital dengan memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI). Kami berharap program ini dapat terus mengembangkan technopreneur dari Makassar," ujar Andrew.

Tahun ini, Telkomsel memberikan kesempatan bagi technopreneurs dari berbagai sektor dengan mendaftarkan digital business masing-masing.

Sejumlah bimbingan khusus diberikan, mulai dari pendampingan ahli yang fokus pada empat pilar utama, yaitu strategi, keuangan, pemasaran, dan produktivitas untuk membangun fondasi bisnis kokoh.

Kemudian konsultasi diagnostik dengan menyediakan Konsultasi khusus dan teknis untuk mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi efektif. Serta para technopreneur akan diajak melakukan kolaborasi lintas ekosistem digital dengan melibatkan investor, komunitas, dan pemimpin industri.

Kehadiran NextDev dengan kurikulum berbasis AI, pendampingan ahli, dan konsultasi diagnostik yang komprehensif, disambut baik oleh pelaku ekosistem digital lokal.

Abdul Malik Shodiqin, Founder Startup GoDentist, menyoroti pentingnya inisiatif ini bagi Makassar. Di merasa Makassar membutuhkan ekosistem technopreneur yang bisa meregenerasi technopreneur baru.

"Kegiatan seperti ini bisa dimanfaatkan oleh kami agar punya kesempatan mengembangkan kapabilitas bisnis digital berbasis AI," tuturnya.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan