Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Elon Musk Luncurkan Grokipedia, Ensiklopedia AI Penantang Wikipedia

2.11.25, 1:52 AM WIB Last Updated 2025-11-02T17:05:54Z

HALOYOUTH -— Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, resmi merilis platform ensiklopedia daring baru bernama Grokipedia pada Senin, 27 Oktober 2025. Situs ini digadang-gadang sebagai pesaing langsung Wikipedia, dengan klaim sebagai sumber informasi yang lebih jujur dan independen dibanding ensiklopedia berbasis komunitas tersebut.

Pengumuman peluncuran disampaikan Musk melalui platform media sosial X. Dalam unggahannya, ia menyebut Grokipedia hadir untuk menyajikan kebenaran, seluruh kebenaran, dan tidak ada selain kebenaran.

Secara tampilan, Grokipedia hadir sederhana dengan bilah pencarian dan daftar sekitar 885 ribu artikel, jumlah yang masih jauh di bawah total sekitar 7 juta artikel berbahasa Inggris di Wikipedia, menurut laporan DW dan Business Insider.

Seluruh Konten Dibuat AI, Tanpa Kontributor Manusia

Perbedaan paling mencolok antara Grokipedia dan Wikipedia terletak pada proses penyusunan kontennya. Jika Wikipedia bergantung pada kontribusi sukarelawan global, Grokipedia sepenuhnya ditulis dan dikurasi oleh Grok, chatbot generatif milik xAI.

Pengguna tidak dapat mengedit artikel secara langsung. Koreksi hanya dapat diajukan melalui formulir saran. Sejumlah artikel bahkan dilaporkan tampak sangat mirip dengan versi Wikipedia, sesuatu yang diakui Musk akan dibenahi sebelum 2026.

Polemik, Objektivitas atau Bias Baru?

Musk mengklaim, penghapusan peran manusia akan mengurangi bias dan meningkatkan objektivitas. Namun, sejumlah pakar meragukan hal tersebut.

Roxana Radu, Associate Professor di University of Oxford, menilai Grokipedia beroperasi dengan mekanisme pengumpulan data yang tidak sepenuhnya transparan, serta menyebut beberapa artikelnya tersusun seperti kolase gagasan yang tidak selalu terhubung dengan baik.

Pengguna awal juga menemukan kesalahan faktual, termasuk klaim keliru terkait keterlibatan tokoh politik AS Vivek Ramaswamy dalam proyek DOGE.

Reputasi Grok sebelumnya juga tercoreng setelah pada Juli 2025 chatbot tersebut memproduksi konten antisemit dan pernyataan memuji Adolf Hitler. xAI meminta maaf dan menyebut kejadian itu akibat kesalahan perangkat lunak.

Respons Wikipedia, Pengetahuan Tetap Dibangun Manusia

Wikimedia Foundation, organisasi di balik Wikipedia, menegaskan bahwa pengetahuan yang andal tetap memerlukan kolaborasi manusia.

Setelah hampir 25 tahun, Wikipedia berdiri sebagai proyek pengetahuan yang dibangun manusia, bukan mesin, tulis Wikimedia dalam pernyataan resmi.

Juru bicara Wikimedia, Lauren Dickinson, menambahkan bahwa Grokipedia pun tetap bergantung pada basis pengetahuan yang sebelumnya dibangun manusia, termasuk dari Wikipedia.

Pertarungan Dua Paradigma Informasi

Wikipedia selama ini kerap dituding memiliki bias ideologis, terutama dari kelompok konservatif di Amerika Serikat. Musk termasuk di antara pihak yang melontarkan kritik, bahkan menuduh Wikipedia condong ke perspektif liberal.

Namun, akademisi seperti Filippo Trevisan dari American University menilai tidak ada sistem informasi yang benar-benar objektif.

"Menggantikan manusia dengan AI bukan berarti menghilangkan bias. Kita justru tidak tahu bagaimana AI menentukan apa yang benar,” ujarnya.

Selain itu, beberapa artikel Grokipedia disebut mengurangi atau mengabaikan informasi yang menyinggung kontroversi seputar Musk dan xAI, memunculkan pertanyaan mengenai independensi editorial platform tersebut.

Masa Depan Grokipedia Masih Tanda Tanya

Meski kritik muncul dari berbagai pihak, Musk tetap optimistis dan menyatakan Grokipedia akan berkembang menjadi ensiklopedia yang lebih luas, dalam, dan akurat dibanding Wikipedia.

Pertanyaannya kini adalah apakah publik siap mempercayai sumber pengetahuan yang sepenuhnya dikelola oleh kecerdasan buatan?

Untuk saat ini, pertarungan konsep berlangsung antara pengetahuan berbasis kolaborasi manusia dan pengetahuan yang dibangun sepenuhnya oleh mesin dua pendekatan berbeda dalam mendefinisikan kebenaran di era digital. (*)

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan