Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Samsung dan Google Tantang Apple dengan Galaxy XR, Headset AI yang Diklaim Bisa Menggantikan Semua Gadget

1.11.25, 11:12 PM WIB Last Updated 2025-11-02T16:35:56Z

HALOYOUTH - - Dua raksasa teknologi global, Samsung Electronics dan Google LLC, resmi memperkenalkan Galaxy XR, sebuah headset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim mampu menggantikan berbagai perangkat digital sekaligus—mulai dari ponsel pintar, laptop, hingga layar hiburan pribadi. 

Dengan banderol USD 1.799 atau sekitar Rp 29,96 juta (kurs Rp 16.650 per dolar AS), perangkat ini menjadi langkah strategis keduanya dalam upaya merevolusi cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan dunia digital melalui teknologi komputasi spasial.

Berbeda dari headset virtual pada umumnya, Galaxy XR menjalankan sistem operasi baru Android XR yang dikembangkan bersama oleh Google, Samsung, dan Qualcomm Technologies. Perangkat ini didukung Gemini AI, sistem kecerdasan buatan multimodal terbaru milik Google yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan dunia digital melalui gerakan tangan, pandangan mata, maupun perintah suara. 

"Galaxy XR menghadirkan layar tanpa batas yang memungkinkan pengguna menjelajahi berbagai aplikasi dengan dukungan Gemini di sisi mereka," ujar pihak Google dalam pernyataan resminya.

Melansir The Street, Sabtu (1/11), Samsung menilai peluncuran ini sebagai tonggak baru dalam strategi ekosistem mobile mereka. “Dengan Galaxy XR, Samsung memperkenalkan ekosistem perangkat seluler generasi baru,” kata Won-Joon Choi, Chief Operating Officer divisi Mobile Experience di Samsung Electronics. 

Sementara itu, Sameer Samat, Presiden Divisi Android Ecosystem di Google, menegaskan, "Android XR adalah platform Android pertama yang sepenuhnya dirancang untuk era Gemini. Kami sangat antusias mengambil lompatan besar hari ini dengan peluncuran Galaxy XR."

Lebih dari sekadar perangkat hiburan, Galaxy XR menjadi medium baru yang menggabungkan produktivitas, hiburan, serta pencarian berbasis konteks. Pengguna dapat mengambil foto tiga dimensi, menggunakan fitur pencarian visual terhadap objek di dunia nyata, atau menata jendela aplikasi di ruang virtual hanya dengan perintah suara. Teknologi ini membuat interaksi digital terasa lebih alami dan responsif dibandingkan perangkat sejenis.

Dari sisi industri, langkah ini menunjukkan upaya serius Samsung dan Google menantang dominasi Apple di pasar realitas campuran. Galaxy XR tidak hanya menjadi pesaing langsung Apple Vision Pro, tetapi juga menegaskan arah baru Android XR sebagai fondasi bagi perangkat imersif di masa depan. Kombinasi kekuatan perangkat keras Samsung dan ekosistem aplikasi Google menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan dibanding rivalnya.

Namun demikian, para analis menilai tantangan tetap besar. Dengan banderol USD 1.799, Galaxy XR masih tergolong produk premium yang belum menjangkau pasar luas. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada ketersediaan aplikasi pendukung, kenyamanan penggunaan, dan strategi distribusi global.

"Perangkat keras yang canggih tidak akan cukup tanpa ekosistem yang kuat," ujar seorang analis teknologi.

Kendati demikian, kemitraan strategis ini memperlihatkan arah masa depan teknologi yang semakin menyatukan dunia nyata dan digital. Galaxy XR menjadi simbol pergeseran paradigma menuju komputasi imersif berbasis AI, di mana kecerdasan buatan bukan lagi fitur tambahan, melainkan inti dari cara manusia berinteraksi dengan informasi.

Dengan Galaxy XR, Samsung dan Google tidak hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga membuka babak baru dalam kompetisi global yang menandai transformasi besar di era komputasi cerdas. Dunia kini menyaksikan bagaimana dua kekuatan teknologi tersebut mencoba mendefinisikan ulang arti "perangkat serba bisa" di masa depan.

No comments:

Post a Comment

Iklan

iklan