Ada yang mengganjal dalam fikiran saya terkait dengan salah satu ayat dalam Bible atau Al-kitab yaitu surat Tesolonika 4 ayat 16. Ini hanya pemahaman logika dangkal saya tentang penyebutan nama Tuhan dan Allah.
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala allah berbunyi, maka tuhan sendiri akan turun dari sorga dan yang mati dalam kristus akan lebih dulu bangkit ( Tes 4 :16)
Ini adalah ayat yang menggambarkan bagaimana proses hari penghancuran semesta itu terjadi, hari dimana semua mahkluk akan dibinasakan oleh Allah, hari yang disebut – sebut sebagai hari kiamat. Dihari ini Allah memerintahkan kepada malaikatnya untuk meniupkan terompet penghancuran semesta.
Dari baris pertama “sebab pada waktu tanda diberi yaitu waktu penghulu malaikat berseru dan sangkala allah berbunyi” kalimat penghulu malaikat bukanlah malaikat yang mempunyai kewenangan meniupkan terompet seperti yang diajarkan al-qur’an, penghulu malaikat yang dimaksud adalah Gabriel/ Gibriel yang di Al-qur’an disebut Zibriel, penghulu malaikat yang dulu mempunyai tugas menyampaikan wahyu Allah kepada seluruh utusan yang pernah hidup. Lalu bagaimana seruan yang kumandangkan oleh penghulu malaikat ini? Ini diluar nalar pemahaman saya. Setelah seruan itu kemudian sangkala Allah berbunyi menghancurkan seluruh isi semesta, maka jelas yang melakukan peniupan sangkakala ini tentulah malaikat yang mempunyai dan diberik kewenangan oleh allah untuk meniupkannya, bukan penghulu malaikat.
Namun bukan itu yang ingin saya bahas disini, dalam ayat itu ada istilah Allah dan ada istilah Tuhan, sangkakala Allah adalah sangkakala kepunyaan Allah bukan kepunyaan tuhan, tuhan tidak mempunyai sangkakala. Dan pada saat itu, saat-saat dunia akan dihancurkan, turunlah tuhan dari sorga, tentu tujuannya adalah bumi bukan? Bumi tempat hunian manusia dimana manusia mati dan bangkit.
Logika dangkalnya adalah bahwa tuhan dan Allah itu berbeda, meski dalam ajaran al-kitab sendiri mungkin mati – matian mengajarkan bahwa tuhan dan allah adalah satu, akan tetapi pemahaman saya tidak, tuhan itu berbeda dengan Allah. Dalam ajaran Kristen, yang biasa disebut tuhan adalah Yesus atau Isa Al-masih, dan Allah biasa disebut tuhan bapa. Tuhan dan tuhan bapa jelas berbeda,dan perbedaan ini jelas digambarkan dalam Tesolonika 4 :16 dimana penyebutan tuhan dan Allah tidak disatukan. Artinya bahwa Allah tetap berada di sorga dan Yesus yang sebutkan sebagai tuhan turun kebumi membangkitkan orang- orang yang mati dalam kristus.
Pemikiran saya tentang penyebutan tuhan dan Allah dalam surat ini mewakilkan sekaligus pembuktian bahwa tuhan dan Allah itu berbeda, tuhan itu banyak model dan banyak macam, tapi Allah hanya satu, dari awal sejarah penciptaan semesta dan manusia Allah hanya ada satu, tunggal yaitu Allah Adam, Allah Abraham, Allah Musa dan Allah Isa adalah Allah yang satu. Bahkan dalam al-quran ada istilah penyebutan “laa ilaaha illa Allah” tiada illah selain Allah atau tiada tuhan selain Allah, jadi tuhan seharusnya tidak ada tapi kemudian ada dan di ada-adakan.
Jika ditafsirkan lebih dangkal lagi terkait denga teori penciptaan, bahwa apapun selain Allah adalah mahluk, apapun yang diciptakan oleh Allah adalah mahluk dan apapun yang ada setelah keberadaan Allah adalah mahluk, maka jelas, keberadaan Yesus itu setelah keberadaan Allah, maka Yesus adalah mahluk, maka tuhan adalah mahluk. Inipula yang melogikakan bahwa Allah dan tuhan itu berbeda. Allah menciptakan Isa, kemudian Isa di anggap tuhan tetapi Isa tidak mengakui bahwa dirinya tuhan, ini sama saja allah menciptakan mahluk, kemudian mahluk itu diangap tuhan oleh mahluk yang lain maka tuhan itu sendiri adalah mahluk.
Bagaimana proses terjadinya tuhan? Seperti yang kita ketahui tentang bagaimana yesus dituhankan, atau tentang bagaimana batu itu dianggap tuhan, pada awalnya semua hal yang dianggap tuhan adalah ciptaan Allah. Abraham menganggap bahwa matahari, bulan dan bintang adalah tuhan, tapi terfikirkan kah oleh kita, bahwa pada awalnya tuhan yang sebenarnya tidak dianggap tuhan oleh manusia tetapi megakui dirinya sebagai Allah tuhan yang wajib disembah. Allah pada awalnya tidak disebut tuhan, allah mengakui dirinya sebagai yang wajib dan layak disembah, kemudian setelah ada perintah menyembahNya, barulah Allah dianggap dan diakui sebagai tuhan. Sesuatu yang dianggap tuhan belum tentu sesuatu itu adalah tuhan.

alangkah sempurna membaca'y apabila di lengkapi refrensi hehe
ReplyDeleteKesempurnaan itu milik Allah, jadi meski pake referensi juga tetep enggak bakalan sempurna :v
ReplyDelete